Berdesir hatinya yang sunyi
Tetes hujan di kemarau dunia
Menyejukkan raganya yang lunglai
Menghangatkan kalbunya yang gontai
Detik terus berdetik
Dihitungnya dengan jemari
Sampai kapan bertahan
Di sela-sela dingin malam
"Sampai aku jatuh"
Angin berhembus sesaat, kencang
Seakan tak percaya
Sampai kapan bertahan
Dengan nyawa di ujung jalan
Dia tetap berlari di antara malam
Menuju kasih yang dia rindukan
Sampai kapan bertahan
"Hingga nyawaku lepas dari badan!"